MIND ID Klaim Hilirisasi Perkuat Basis Industri Nasional di Tahun 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:56:45 WIB
MIND ID Klaim Hilirisasi Perkuat Basis Industri Nasional di Tahun 2026

JAKARTA - Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, hilirisasi industri pertambangan tetap menjadi instrumen utama pemerintah untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Berdasarkan pernyataan terbaru pada Februari 2026, MIND ID mengklaim bahwa program hilirisasi yang mereka jalankan berhasil memperkuat basis industri nasional secara signifikan. Melalui penyelesaian berbagai proyek strategis nasional, seperti smelter tembaga dan pemurnian bauksit, MIND ID berupaya mengubah Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi produsen komponen bernilai tinggi untuk rantai pasok global.

 Langkah ini diambil untuk menjaga integritas kedaulatan sumber daya alam sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan dalam negeri.

Pilar Penguatan Industri Melalui MIND ID

MIND ID menggarisbawahi tiga aspek utama bagaimana hilirisasi memperkokoh struktur industri di tahun 2026:

Penciptaan Ekosistem Baru: Hilirisasi nikel dan tembaga kini telah terintegrasi dengan industri baterai kendaraan listrik (EV) dan industri energi terbarukan, menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci di Asia.

Penguatan Struktur Domestik: Dengan tersedianya bahan baku olahan di dalam negeri, industri manufaktur lokal (seperti otomotif dan konstruksi) mendapatkan kepastian pasokan dengan biaya logistik yang lebih efisien.

Substitusi Impor: Pengolahan mineral di dalam negeri secara otomatis mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk setengah jadi dari luar negeri, yang berdampak positif pada neraca perdagangan.

Dampak Nyata bagi Perekonomian Nasional

Hilirisasi yang dijalankan oleh anggota grup MIND ID (seperti PTBA, Antam, PT Timah, Inalum, dan Freeport Indonesia) diprediksi memberikan dampak luas:

Peningkatan Pendapatan Negara: Nilai ekspor produk hasil hilirisasi memberikan kontribusi pajak dan royalti yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat mengekspor bijih mentah.

Pertumbuhan Kawasan Industri: Berdirinya pabrik pengolahan di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra hingga Papua, memicu munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Transfer Teknologi: Kolaborasi dengan mitra global dalam pembangunan smelter mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dalam mengoperasikan teknologi industri berat yang canggih.

Tantangan Keberlanjutan dan Integritas Lingkungan

MIND ID juga menekankan bahwa hilirisasi di tahun 2026 dilakukan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG):

Industri Hijau: Penggunaan energi ramah lingkungan pada fasilitas pemurnian mulai diimplementasikan untuk memenuhi standar karbon internasional.

Manfaat Sosial: Memberdayakan masyarakat sekitar tambang melalui program kemitraan agar mereka menjadi bagian dari rantai pasok industri hilir tersebut.

Terkini